Gaya gesekan udara dapat mepengaruhi gerak seorang penerjun payung ketika terjun dari suatu ketinggian tertentu di udara. Pengarug gaya gesekan terhadap gerak penerjun payung ini diuraikan sebagai berikut.
- Ketika penerjun payung melompat dari pesawat, hanya ada satu gaya yang bekerja padanya, yaitu gaya gravitasi (berat penerjun) sehingga penerjun bergerak ke bawah dengan percepatan kira-kira 10 m/s2.
- Pada saat penerjun payung mulai turun, gesekan udara ke atas yang melawan gerakannya mulai bertambah sehingga gaya ke bawah menjadi berkurag. Meskipun demikian penerjun masih bergerak dipercepat, tetapi dengan percepatan kurang dari 10 m/s2.
- Gaya gesekan udara terus bertambah. Akhirnya, gaya gesekan udara sama dengan gaya berat penerjun sehingga besar gaya tersebut menjadi seimbang. Pada waktunya gayanya seimbang penerjun bergerak dengan kecepatan tetap (konstan) sekita 55 m/s.
- Sekarang penerjun payung mambuka parasutnya. Luas permukaan yang besar dari parasut menyebabkan gaya gesekan udara yang mengarah ke tas menjadi jauh lebih besar dari pada gaya berat penerjun. Resultan gaya mengarah ke atas dan penerjun mengalami perlambatan (kecepatannya berkurang).
- Penerjun terus bergerak lambat sehingga akhirnya gaya gesekan dan gaya berat menjadi sama lagi. Pada kedudukan ini penerjun m/s hingga sampai di tanah.
Catatan: ketika penerjun payung berada dalam kecepatan konstan. Maka resultan gaya yang bekerja padanya sama dengan nol, terlepas dari apakah payungnya terbuka atau tertutup. Ketika gaya-gaya yang bekerja pada penerjun tidak seimbang, kecepatannya akan bertambah atau berkurang.
SANGAT MEMBANTU MENGERJAKAN PR IPA KLS 6
BalasHapusOh seperti itu
BalasHapus