Cari Blog Ini

Jumat, 28 Januari 2011

Lebah Pakai Matahari Untuk Bangkitkan Listrik


Para ilmuwan sudah mengetahui bahwa oriental hornet, atau lebah oriental untuk alasan yang tidak diketahui, mampu memproduksi listrik di dalam kerangka tubuhnya. Akan tetapi, Marian Plotkin, peneliti dari Tel-Aviv University memutuskan untuk meneliti lebih lanjut.

Bersama timnya, Plotkin mencari tahu bagaimana lebah bisa memproduksi listrik. Setelah melakukan penelitian, ternyata diketahui bahwa pigmen pada jaringan kuning lebah mampu menangkap cahaya. Setelah itu, oleh jaringan coklat, cahaya itu diubah menjadi listrik.

Sebagai informasi, jaringan coklat milik lebah mengandung melanin, pigmen yang melindungi sel kulit manusia dari penyerapan sinar ultraviolet yang berpotensi berbahaya.

Meski begitu, Plotkin menyebutkan, untuk apa listrik itu digunakan masih belum diketahui.

Dari penelitian itu, diketahui juga bahwa sel pada lebah hanya mampu menghasilkan energi dengan efisiensi hanya 0,335 persen. Sebagai gambaran, pembangkit listrik tenaga Matahari buatan manusia saat ini mampu menghasilkan energi dengan efisiensi 10 sampai 11 persen.

“Lebah masih mendapatkan mayoritas energinya dari makanan yang ia makan,” kata Plotkin, seperti dikutip dari National Geographic, 18 Januari 2011. “Meski begitu, kemampuan membangkitkan listrik itulah yang menjadi inti penelitian ini,” ucapnya.

Alasannya, kata Plotkin, kita sudah mengetahui bahwa tanaman dan bakteria memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber energi. “Akan tetapi, pemanfaatan matahari sebagai sumber energi pada hewan belum pernah diketahui,” ucapnya.

Pemanasan Bumi Akan Berlangsung Ribuan Tahun

Menurut sejumlah peneliti asal Kanada, walaupun skenario perubahan iklim terbaik terjadi, peningkatan level CO2 di atmosfir Bumi akan menimbulkan efek yang tak bisa segera dihentikan. Efek ini akan mempengaruhi iklim setidaknya untuk seribu tahun ke depan.

Diperkirakan, lapisan es di bagian barat Kutub Selatan akan hilang di tahun 3000 dan permukaan laut secara global akan naik setidaknya empat meter.

Dalam membuat prediksi jangka panjang, ilmuwan menggunakan model simulasi iklim. Adapun model yang digunakan berdasarkan skenario terbaik yakni ‘zero emission’ yang dikembangkan bersama oleh Canadian Centre for Climate Modelling and Analysis dan University of Calgary, Kanada.

“Kami membuat skenario ‘bagaimana jika’,” kata Shawn Marshall, profesor University of Calgary, seperti dikutip dari TG Daily, 18 Januari 2011. “Skenarionya, bagaimana jika mulai hari ini manusia berhenti menggunakan bahan bakar fosil yang menyetorkan CO2 ke atmosfir.” 

“Berapa waktu yang dibutuhkan untuk membalikkan tren perubahan iklim dan apakah kondisi akan memburuk dulu, itulah yang kami ukur,” kata Marshall.

Dari uji coba, hasil simulasi komputer pada bagian utara Bumi ternyata lebih baik dibanding dengan di bagian selatan. Pola perubahan iklim akan berbalik dalam kurun waktu 1.000 tahun, khususnya di tempat-tempat seperti Kanada dan Amerika Serikat bagian utara.

Pada kurun waktu yang sama, sebagian kawasan utara Afrika akan mengalami penggurunan karena tanah mengering hingga 30 persen dan suhu laut di kawasan Kutub Selatan naik hingga 5 derajat celsius. Ini diperkirakan akan menyebabkan sirnanya lapisan es di Kutub Selatan bagian barat.

Peneliti berpendapat, satu alasan bervariasinya kondisi yang akan terjadi di kawasan utara dan selatan Bumi adalah karena terjadi pergerakan perlahan-lahan air di samudera dari Atlantik utara ke kawasan Atlantik selatan.

“Samudra global dan bagian selatan Bumi memiliki tingkat kelembaban yang lebih, sehingga perubahan iklim terjadi lebih lambat,” kata Marshall.

Kelembaban di samudera saat ini, kata Marshall, didorong ke Atlantik selatan. Artinya, akibat emisi CO2 dari abad terakhir, di kawasan tersebut samudera mulai menghangat. “Simulasi menunjukkan bahwa di kawasan selatan, pemanasan akan terus berlanjut, bukannya berhenti apalagi berbalik mendingin dalam 1.000 tahun ke depan,” ucap Marshall.

Hembusan angin di kawasan selatan Bumi juga membawa dampak. Menurut Marshall, angin akan menguat dan tetap besar tanpa menunjukkan tanda-tanda berbalik melemah. “Ia akan membawa lebih banyak udara panas dari atmosfir ke bawah dan membuat laut menjadi lebih hangat,” ucapnya.

Saat ini, tim peneliti berencana menginvestigasi secara lengkap dampak dari temperatur atmosfir dan samudera. Tujuannya, untuk membantu mengetahui berapa cepat bagian barat Kutub Selatan menjadi tidak stabil dan berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai lapisan es di sana berubah menjadi air.

Kamis, 27 Januari 2011

Gelombang Kejut

Suara keras pesawat sukhoi milik TNI AU saat melakukan latihan sempat menggegerkan masyarakat, dan bahkan memecahkan kaca jendela salah satu rumah makan di Makassar, Kamis malam. Karena panik, pemilik rumah menghubungi polisi, 15 menit kemudian polisi yang dipimpin Kapolresta Makassar Timur, AKBP Mansyur datang dan langsung melakukan pemeriksaan dari serpihan kaca yang pecah. Kepanikan juga terjadi di Mall Panakkukang, salah satu Mall terbesar di Makassar. Hanya beberapa saat kejadian, baik pengunjung maupun pemilik gerai berlarian keluar toko. And Irsan, salah seorang pengunjung mall tersebut mengatakan, lantai mall tersebut sempat bergetar. “Saya bersama keluarga langsung lari keluar mall untuk menyelamatkan diri,” ujarnya. Sumber

Bunyi pesawat Sukhoi bisa sedahsyat itu ? Lantai mall saja bergetar, bagaimana duNK dengan lantai pesawat Sukhoi… wah, mudah-mudahan om pilotnya tidak ikut2an berhamburan keluar dari pesawat :mrgreen:

Apakah efek di atas juga dirasakan dalam pesawat Sukhoi ? tidak… Om pilot dan pesawat Sukhoi baik-baik saja… Kenakalan Sukhoi tersebut hanya dirasakan oleh orang-orang yang diberitakan di atas. Kok bisa ? yupz… itu terjadi akibat pesawat Sukhoi terbang dengan laju supersonik (laju Sukhoi > laju bunyi) sehingga dihasilkan gelombang kejut dan ledakan sonik (sonic boom).

Rabu, 26 Januari 2011

FISIKA DENGAN TEKNOLOGI NUKLIR

Ilmu pengetahuan murni (BASIC SCIENCE: Fisika, Matematika, Kimia, dan Biologi) dan teknologi/terapan/rekayasa merupakan dua hal yang saling berhubungan satu sama lain. Teknologi tidak akan bisa berkembang tanpa adanya ilmu pengetahuan murni, dan sebaliknya ilmu pengetahuan membutuhkan teknologi untuk menyediakan fasilitas dan peralatan penelitian yang akurat. Sebagai contoh, mesin uap tidak akan ditemukan tanpa adanya penelitian di bidang ilmu pengetahuan fisika. Di lain fihak, keberhasilan pembuatan mesin uap ini mendorong penelitian lebih lanjut dalam bidang ilmu murni yang berkaitan dengan teori panas dan termodinamika.
Menurut Prof. Abdus Salam seorang pemenang hadiah Nobel fisika pada tahun 1979 dan pendiri lembaga ICTP (International Centre for Theoretical Physics), ada tiga buah penemuan ilmiah yang terbesar di abad ke-20 dalam bidang Fisika. Ke tiga penemuan tersebut meliputi penemuan molekul dan atom, timbulnya panas akibat gerakan atom, dan kesatuan antara listrik, magnit dan optik.
Dua puluh lima tahun pertama dari abad ke dua puluh ini ditandai oleh penelitian di bidang mekanika kwantum yang sangat berpengaruh terhadap struktur suatu atom. Studi mengenai hubungan antara elektron dan atom tersebut merupakan dasar bagi industri elektronika pada saat ini. Setelah diketahui bahwa struktur molekul sangat ditentukan oleh sifat mekanika kwantum dari atom dan molekulnya, maka prinsip dasar dari logam, kristal dan material sejenis dengan mudah dapat dijelaskan. Kemajuan di bidang fisika dan mekanika kwantum ini mendorong timbulnya industri kimia untuk mengembangkan jenis material baru dan mendorong kepada penemuan transistor, semikondoktor dan IC yang merupakan awal dari industri komputer pada saat ini.
Perkembangan berikutnya dalam bidang ilmu pengetahuan murni adalah penelitian dan studi di bidang struktur inti atom. Cabang fisika nuklir yang mempelajari masalah ini merupakan dasar bagi pusat listrik tenaga nuklir yang banyak didirikan pada akhir-akhir ini baik di Iran, Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, dll, karena makin langkanya sumber tenaga minyak dan gas bumi. Pengetahuan mengenai inti atom ini juga merupakan basis dari penggunaan radioaktif dalam bidang kedokteran terutama untuk pendeteksian jenis kelainan di dalam tubuh dan untuk penyembuhan kanker yang sangat sukar dioperasi menggunakan metode lama.
Prinsip radioaktif ini juga dimanfaatkan untuk pengetesan kualitas bahan di dalam suatu industri yang dapat dipergunakan dengan mudah dan dengan ketelitian yang tinggi.teknologinya boleh dikatakan mendominasi pasaran dunia terutama dalam bidang elektronika. Banyak perusahaan Jepang menjadi perusahaan berskala international dengan banyak pabrik di luar Jepang. Era globalisasi dan dominasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang mula- Usaha dan pengembangan dari ilmu pengetahuan dasar atau murni (seperti fisika, matematika, dan kimia) inilah yang mendorong Jepang dapat mencapai kemajuan teknologinya yang sekarang. Jepang yang hancur akibat perang dunia kedua dan dikalahkan oleh Amerika Serikat pada tahun 1945, sekarang dapat mengungguli lawannya dan bahkan mendominasi teknologi dunia secara menyeluruh. Dari hasil survey yang dilakukan oleh sekelompok para ahli dan ilmuwan Amerika Serikat, mereka mengakui Jepang memiliki kemajuan teknologi yang tidak kalah dengan kemajuan teknologi Amerika Serikat pada saat ini. Dari hasil survey tersebut dikatakan bahwa Jepang lebih unggul dari Amerika Serikat dalam bidang Elektronika, Robotika, dan home-entertainment and appliances.
Sebagai akibatnya, tidak mengherankan jika Jepang memegang peranan yang penting dalam menentukan ekonomi dunia. Jumlah export hasil produk mula dipegang oleh negara barat sekarang beralih dipegang oleh Jepang karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologinya. Sekarang ini semua orang mengakui bahwa Jepang merupakan negara yang kuat dan sangat berpengaruh dalam menentukan ekonomi dunia. Dan semua ini merupakan akibat kemajuan di bidang ilmu murni dan ilmu terapan yang tidak dapat dipisahkan oleh negara Jepang. Kalau Indonesia akan konsisten dalam mewujudkan cita-cita atau Visi 2030, maka kedua bidang ini harus menjadi perhatian khusus bagi merintah mulai sekarang.

Atraksi Fisika Di Daratan

Yang paling menarik saat bersepeda adalah merasakan terpaan angin tanpa mencium bau asap pembakaran atau mendengar suara bising motor . Angin yang terasa saat bersepeda merupakan interaksi aerodinamika . Faktor lain menurut Hunt adalah mudahnya sebuah sepeda bergerak atau meluncur tanpa usaha yang melelahkan untuk jarak-jarak jauh dengan tingkat gesekan mekanis yang rendah. Padahal, aerodinamika membatasi laju gerak benda karena pengaruh gesekan udara.


Suatu pernyataan yang agak sukar diterima untuk masa sekarang, di mana jarak-jarak yang jauh ditempuh dengan kendaraan bermotor dengan alasan efektivitas dan efisiensi. Apanya yang efektif dan efisien ?
Pada saat kita bersepeda, kita memberikan gaya pada pedal-pedal dengan menginjak dan mengikuti siklus melingkar kontinum dengan memberikan gaya tangensial yang terikat pada poros gir besar yang kemudian menggerakkan rantai penggerak ke gir belakang yang lebih kecil untuk mendorong sepeda. Arah maju sepeda memberikan percepatan.
Jika kita memulai sepeda pada daratan yang permukaannya rata, maka gaya yang diberikan pada pedal sepeda relatif besar bahkan mungkin kita harus berdiri untuk mengayuh sepeda agar mendapatkan percepatan.
Pada suatu tingkatan kenyamanan tertentu, akhirnya pengendara sepeda cukup mengayuh satu putaran pedal setiap detiknya. Kelajuan sepeda pada tahap ini mencapai 4 m/s hingga 7 m/s.

Gaya Gesekan Udara


Gaya gesekan udara dapat mepengaruhi gerak seorang penerjun payung ketika terjun dari suatu ketinggian tertentu di udara. Pengarug gaya gesekan terhadap gerak penerjun payung ini diuraikan sebagai berikut.
  1. Ketika penerjun payung melompat dari  pesawat, hanya ada satu gaya yang bekerja padanya, yaitu gaya gravitasi (berat penerjun) sehingga penerjun bergerak ke bawah dengan percepatan kira-kira 10 m/s2.
  2. Pada saat penerjun payung mulai turun, gesekan udara ke atas yang melawan gerakannya mulai bertambah sehingga gaya ke bawah menjadi berkurag. Meskipun demikian penerjun masih bergerak dipercepat, tetapi dengan percepatan kurang dari 10 m/s2.
  1. Gaya gesekan udara terus bertambah. Akhirnya, gaya gesekan udara sama dengan gaya berat penerjun sehingga besar gaya tersebut menjadi seimbang. Pada waktunya gayanya seimbang penerjun bergerak dengan kecepatan tetap (konstan) sekita 55 m/s.
  2. Sekarang penerjun payung mambuka parasutnya. Luas permukaan yang besar dari parasut menyebabkan gaya gesekan udara yang mengarah ke tas menjadi jauh lebih besar dari pada gaya berat penerjun. Resultan gaya mengarah ke atas dan penerjun mengalami perlambatan (kecepatannya berkurang).
  3. Penerjun terus bergerak lambat sehingga akhirnya gaya gesekan dan gaya berat menjadi sama lagi. Pada kedudukan ini penerjun m/s hingga sampai di tanah.
Catatan: ketika penerjun payung berada dalam kecepatan konstan. Maka resultan gaya yang bekerja padanya sama dengan nol, terlepas dari apakah payungnya terbuka atau tertutup. Ketika gaya-gaya yang bekerja pada penerjun tidak seimbang, kecepatannya akan bertambah atau berkurang.